Markaz Al-Farauk

Raih

image
Assalamualaikum,

Inilah Markaz Al-Farauk

Lembaga pendidikan dengan karakter unik di bawah naungan Pimpinan Daerah Persatuan Islam Brebes.

Berfokus dalam Tahfizhul Quran, penguasaan keahlian berbahasa Arab dan Inggris, penanaman ilmu dan akhlaq mulia, yang didukung ijazah penyetaraan agar terjamin kesempatan melanjutkan sekolah ke tingkat berikutnya.

Bercita-cita mengembalikan kekhasan pendidikan Islam yang mampu melahirkan generasi Rabbani yang menguasai Al-Qur'an, berilmu, beramal shalih dan berakhlaqul karimah.


Program Utama
Tahfizhul Qur'an

30 Juz Mutqin dalam 3 tahun

Penguasaan Bahasa Asing

Bahasa Arab dan Bahasa Inggris

Pendidikan Kesetaraan

Paket B/C atau SMP/SMA


SDM
Pengasuh

5 Ustadz

Santri

50 Santri

Alumni

25 Alumni


Target Kompetensi
Hifzhul Quran
Bahasa Arab
Bahasa Inggris
Akhlaq Mulia

5

Pengasuh

100

Santri

50

Alumni

4

Gedung

Mengapa Harus Al-Farauk?

Tahfizhul Qur'an

Menghafal 30 Juz Al-Qur'an hingga mutqin dalam 3 tahun

Bahasa Asing

Keahlian bahasa Arab dan bahasa Inggris

Ijazah Kesetaraan

Penyelenggaraan ujian kesetaraan Paket B/C atau SMP/SMA

Akhlaq Mulia

Penanaman akhlaq mulia dalam kehidupan sehari-hari

Kelas Terbuka

Belajar di mana saja, tanpa ketergantungan terhadap kelas tradisional

Biaya Ringan

Pendidikan berkualitas dengan biaya bulanan yang terjangkau

TERBARU DI AL-FARAUK

Gemilang Qur’ani Competition 2025: Ajang Prestasi 128 Peserta TK & SD/MI di SMPIT Persis Al-Farauk

 


Hari ini 22 November 2025, suasana ceria dan penuh keberkahan tampak memenuhi aula SMPIT Persatuan Islam Al-Farauk saat diselenggarakannya Gemilang Qur’ani Competition 2025. Kegiatan ini sukses diikuti oleh 128 peserta dari jenjang TK dan SD/MI, yang hadir untuk menunjukkan bakat dan kemampuan terbaik mereka dalam dua kategori lomba, yaitu Mewarnai dan Tahfizh Al-Qur’an.

Acara berlangsung dari pukul 08.00 WIB hingga 13.00 WIB, dengan rangkaian kegiatan yang tertib dan penuh antusiasme. Para peserta, khususnya anak-anak tingkat TK dan SD/MI, tampak bersemangat mengikuti perlombaan yang dirancang untuk menumbuhkan kecintaan mereka terhadap dunia Qur’ani dan kreativitas seni.

Tasyakuran dan Silaturahmi di Masjid Al-Ittihad Brebes

 

Sabtu 13-09-2025, Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kita semua dapat berkumpul dalam suasana penuh berkah. Pada hari Sabtu, 13 September 2025, Dewan Keluarga Masjid Al-Ittihad Brebes menyelenggarakan acara Tasyakuran dan Penyerahan Bantuan serta Peletakan Prasasti untuk Masjid dari Almarhum Sulaiman Al Qubaisy Rahimahullah.


Acara ini berlangsung di Masjid Al-Ittihad Brebes, Kompleks Islamic Center, Jl. Yos Sudarso Kelurahan Pasarbatang. Kegiatan dimulai sejak pukul 07.00 hingga 08.30 WIB dengan penuh khidmat dan dihadiri oleh para asatidz serta santri dari Al-Farauk.


Suasana hangat silaturahmi terlihat jelas pada foto di atas. Para santri duduk rapi dengan mengenakan seragam hijau khas, menyimak rangkaian acara dengan penuh khidmat. Kehadiran mereka bukan hanya sebagai bentuk partisipasi, tetapi juga wujud nyata ukhuwah Islamiyah dan kebersamaan dalam memakmurkan masjid.


Acara tasyakuran ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi antara jamaah, pengurus masjid, para asatidz, dan para santri. Semoga bantuan yang telah diberikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya, dan Masjid Al-Ittihad semakin makmur serta bermanfaat bagi umat Islam di Brebes dan sekitarnya.


Mari kita jadikan momen ini sebagai pengingat bahwa masjid bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga pusat kebersamaan, pendidikan, dan dakwah.


📸 Dokumentasi di atas memperlihatkan wajah penuh semangat para santri saat mengikuti acara, semoga mereka kelak menjadi generasi penerus Islam yang berakhlak mulia dan bermanfaat bagi agama, bangsa, dan umat.

"Bukan Perpisahan, Hanya Jeda dalam Sebuah Cerita Cinta dengan Al-Qur’an"

 

Satu pekan telah berlalu…
Terlalu cepat waktu berlari, seolah baru kemarin kami saling bertukar senyum malu, menyusun niat, menyambut pagi pertama di Tahfizh Camp Al-Farauk 2025.

Hari-hari kami dipenuhi dengan tilawah, hafalan, tawa kecil saat salah bacaan, dan pelukan hangat dari para asatidzah serta ummahat yang tak pernah lelah membimbing kami. Setiap huruf yang kami lafadzkan bukan sekadar hafalan ia menjadi cinta, yang pelan-pelan mengakar dalam hati kami yang masih muda.


Di taman juang, kami bermain. Di dapur sederhana, kami belajar kebersamaan. Di antara sajadah dan mushaf, kami merajut janji: tak akan berpisah dengan Al-Qur’an, meski camp ini selesai.

Malam terakhir menjadi saksi air mata kami. Sebagian dari kami menangis dalam diam, sebagian saling menggenggam tangan: “Nanti kalau rindu, kita ketemu lagi di doa ya... dalam ayat yang sama, di surah yang kita hafal bersama.”

Kami tahu, ini bukan perpisahan. Ini hanyalah titik koma. Sebab, kisah kami bersama Al-Qur’an tak akan pernah tamat. Bahkan saat kaki kami meninggalkan aula, hati kami tetap tinggal di sana, di antara lantunan ayat yang tak henti diputar oleh langit.

Kami pulang dengan hati yang berbeda.
Kami bukan anak-anak yang sama seperti seminggu lalu.
Kami pulang dengan cinta yang lebih dalam untuk kalam-Nya.
Dan kami percaya, setiap cinta yang tumbuh dari Al-Qur’an akan Allah jaga sampai Jannah.

Terima kasih, Al-Farauk.
Telah menjadi rumah untuk kami mencintai Al-Qur’an dengan cara paling indah dan penuh kasih.
Sampai bertemu di program berikutnya,
Atau… di taman surga-Nya.

“Liburan telah usai, tapi semangat menjadi ahlul Qur’an baru saja dimulai.” (Humas Al-Farauk)


Kegiatan Seru Peserta Tahfizh Camp Markaz Al-Farauk

Brebes, 3 Juli 2025.- Tempat belajar, bermain, dan menumbuhkan kebersamaan dalam iman dan ilmu

Tahfizh Camp Markaz Al-Farauk bukan hanya menjadi wadah untuk memperkuat hafalan Al-Qur’an, tapi juga tempat terbaik untuk membangun karakter, kreativitas, dan ukhuwah Islamiyah para santri. Berbagai kegiatan disusun tidak hanya serius dan edukatif, tapi juga menyenangkan dan berkesan. Berikut beberapa momen istimewa dari kegiatan camp tahun ini:

🎮 Bermain dan Belajar Bersama di Taman Juang (Foto 1)

Di malam yang sejuk dan cerah, para peserta putra berkumpul di area taman untuk mengikuti sesi permainan edukatif. Duduk melingkar bersama pembina mereka, anak-anak tampak antusias dalam mengikuti games yang dirancang untuk melatih kekompakan, dan strategi. Kegiatan ini bukan hanya menghibur, tetapi juga mendidik secara mental dan emosional. 


🥟 Membuat Risol Bersama Ummah (Foto 2)

Kebersamaan dan keceriaan juga terlihat dalam kegiatan peserta putri yang belajar membuat risol bersama para ummahnya. Anak-anak bersemangat menggulung kulit risol dan menyiapkan isinya dengan senyum penuh semangat. Aktivitas ini mengajarkan kemandirian, kerja sama, dan tentunya rasa syukur atas nikmat makanan yang biasa kita santap. Sambil membuat risol, para santri juga saling berbagi cerita dan tawa.

🎁 Tukar Kado: Menebar Kebahagiaan dalam Ukhuwah (Foto 3)

Salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu oleh peserta putri adalah sesi tukar kado. Dengan semangat dan senyuman ceria, mereka saling memberikan hadiah yang telah disiapkan. Momen ini mengajarkan arti berbagi dan menciptakan kenangan manis yang tak terlupakan. Kado sederhana menjadi lambang kasih sayang dan persahabatan yang tumbuh selama mengikuti Tahfizh Camp.

Tahfizh Camp kali ini kembali membuktikan bahwa menghafal Al-Qur'an bisa dilakukan dengan suasana yang penuh cinta, kebersamaan, dan kegembiraan. Semoga kegiatan seperti ini terus menjadi bagian penting dalam membentuk generasi Qur'ani yang berakhlak mulia dan berjiwa tangguh.

📚 Liburan Bermanfaat, Al-Qur'an Teman Akrab ✨ (Humas Alfarauk)



 

Hari Pertama Tahfizh Camp Al-Farauk: Awali dengan Semangat, Akhiri dengan Al-Qur’an

 


Sabtu pagi, 28 Juni 2025, halaman Markaz Tahfizh Al-Farauk tampak ramai dengan kehadiran para peserta yang penuh semangat. Tepat pukul 07.45 WIB, rangkaian kegiatan Tahfizh Camp Al-Farauk resmi dimulai. Kegiatan ini menjadi momentum istimewa bagi para santri untuk mengisi liburan dengan hal yang bermanfaat dan penuh berkah, sesuai dengan tema tahun ini: “Liburan Bermanfaat, Al-Qur’an dan Teman Akrab.”

Hari pertama dimulai dengan sesi perkenalan yang hangat dan menyenangkan. Para peserta diajak untuk saling mengenal satu sama lain, menciptakan suasana kekeluargaan sejak awal. Setelah itu dilanjutkan dengan pembentukan kelompok, yang nantinya akan menjadi tim kebersamaan mereka selama camp berlangsung. Masing-masing kelompok dipandu oleh Ustadz dan Ustadzah yang siap membimbing dan membersamai dalam setiap kegiatan.




Setelah pembagian kelompok, para peserta langsung memasuki sesi mengaji bersama, sebagai bentuk pemanasan ruhani untuk menyambut hari-hari penuh Al-Qur’an ke depan. Mereka dengan khusyuk membaca ayat-ayat suci, dibimbing oleh para asatidz dan asatidzah yang berpengalaman.

Menjelang siang, suasana semakin hidup dengan ice breaking yang seru dan edukatif. Tawa dan semangat para peserta memenuhi halaman markaz, menunjukkan bahwa belajar dan bermain bisa berjalan beriringan dengan indah.

Tepat menjelang tengah hari, seluruh peserta dan panitia melaksanakan sholat Dzuhur berjamaah di Masjid Ahmad Yani di kota baru, menutup rangkaian kegiatan pagi dengan kebersamaan dalam ibadah.

Sebelum istirahat, kegiatan hari pertama ditutup dengan murojaah Juz 30 secara bersama-sama. Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan hafalan yang telah dimiliki dan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan hafalan selama camp berlangsung.

Hari pertama Tahfizh Camp Al-Farauk berakhir dengan kesan yang sangat positif. Semangat, tawa, ukhuwah, dan Al-Qur’an menjadi kombinasi indah dalam memulai perjalanan spiritual para peserta. Semoga semangat ini terus tumbuh hingga akhir kegiatan dan menjadi bekal kebaikan yang abadi dalam kehidupan mereka. (Humas Alfarauk)


Nikmatnya Sore Hari Bersama Bakso Gratis dari Para Muhsinin

 


Brebes, 17 Juni 2025 - Sore itu, suasana di lingkungan Markaz Tahfizh Al-Farauk begitu hangat dan penuh kebersamaan. Setelah seharian ditempa dengan kegiatan belajar dan olahraga, para santri terlihat berbaris rapi di depan gerobak bakso yang telah siap menyambut mereka. Senyum lelah namun penuh semangat menghiasi wajah-wajah mereka.

Ya, sore itu bukan sore biasa. Para santri mendapatkan hidangan spesial: bakso gratis dari para muhsinin yang dengan ikhlas berbagi rezeki. Sajian sederhana ini terasa begitu istimewa setelah tubuh digerakkan dalam olahraga sore yang menyehatkan. Nikmatnya kuah hangat, gurihnya bakso, serta suasana santai bersama teman-teman menjadi momen yang sangat dinantikan.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi penyegar fisik setelah berolahraga, tetapi juga sebagai bentuk syukur atas nikmat ukhuwah dan kebersamaan. Para santri belajar bahwa kebaikan bisa hadir dalam bentuk apapun, sekecil apapun itu, dan betapa berharganya setiap tangan yang ringan membantu sesama.

Terima kasih kami ucapkan kepada para muhsinin yang telah memberikan hidangan terbaik di sore hari ini. Semoga Allah membalas dengan pahala yang berlipat, rezeki yang berkah, dan keluarga yang penuh kebahagiaan.

Sore, bakso, dan syukur — tiga hal yang menyatu dalam kenangan indah santri Al-Farauk hari ini. (Humas Alfarauk)


Santri Markaz Al-Farauk Melepas Penat Usai Tes Akademik dengan Sajian Eat Mie Repeat

 


Setelah menjalani rangkaian tes kompetensi akademik semester genap yang menguji konsentrasi, ketelitian, dan semangat belajar para santri Markaz Al-Farauk, momen kebersamaan dan rehat pun menjadi pelengkap yang tak kalah penting. Hari ini, para santri tampak menikmati waktu istirahat mereka dengan menyantap hidangan spesial: Eat Mie Repeat yang merupakan bentuk sedekah dari para muhsinin.


Makanan lezat yang disajikan di atas meja panjang ini menjadi simbol syukur dan kebersamaan. Terlihat wajah-wajah ceria dan senyum bahagia para santri saat menyantap mie dengan semangat. Selain mengisi energi, momen ini juga menjadi kesempatan mempererat ukhuwah di antara mereka.


Terima kasih kepada para muhsinin yang telah berbagi kebaikan kepada para penuntut ilmu. Semoga segala bentuk kebaikan ini dibalas oleh Allah SWT dengan balasan terbaik di dunia dan akhirat. Aamiin.


Dengan semangat yang terus menyala, para santri siap melanjutkan perjuangan mereka dalam menuntut ilmu dan menghafal Al-Qur'an. InsyaAllah, keberkahan akan selalu menyertai langkah mereka.(Humas Alfarauk)

Santri Markaz Al-Farauk Melaksanakan Tes Kompetensi Akademik Semester 2


Alhamdulillah, pada hari ini, Sabtu, 14 Juni 2025, santri-santri Markaz Tahfizh Al-Farauk tengah melaksanakan Tes Kompetensi Akademik Semester 2. Kegiatan ini merupakan bagian dari evaluasi rutin yang dilaksanakan oleh pihak markaz guna mengukur capaian akademik para santri, baik dalam pelajaran umum maupun diniyah.

Sebanyak puluhan santri yang mengenakan seragam khas berwarna maroon terlihat khusyuk dan tertib mengikuti apel pembukaan sebelum memasuki ruang ujian. Dalam pengarahan yang disampaikan oleh pembina, seluruh santri diingatkan untuk menjaga kejujuran, ketertiban, dan adab selama ujian berlangsung.

Tes kompetensi ini akan berlangsung selama empat hari, yaitu dari Sabtu, 14 Juni 2025 hingga Rabu, 18 Juni 2025. Materi ujian mencakup pelajaran-pelajaran inti yang telah dipelajari selama semester ini, antara lain Fiqih, Tauhid, Bahasa Arab, Bahasa Indonesia, Matematika, dan pelajaran-pelajaran umum lainnya.Markaz Al-Farauk terus berkomitmen untuk mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam hafalan dan adab, tetapi juga kuat dalam kemampuan akademik. Diharapkan, melalui kegiatan ini, setiap santri dapat lebih semangat belajar dan menunjukkan hasil yang terbaik.

Semoga seluruh santri diberikan kemudahan, kelancaran, dan hasil yang memuaskan dalam pelaksanaan ujian ini. Aamiin. (Humas Alfarauk)

Semangat Idul Adha: Santri dan Asatidz Markaz Al-Farauk Laksanakan Pemotongan Hewan Qurban


Jum'at, 6 Juni 2025 – Markaz Al-Farauk

Dalam semangat merayakan Hari Raya Idul Adha 1446 H, para santri Markaz Al-Farauk bersama asatidz, guru-guru SDIT dan TKIT Al-Farauk dengan penuh antusias melaksanakan kegiatan pemotongan hewan qurban pada Jumat pagi, 6 Juni 2025. Kegiatan ini dilaksanakan setelah pelaksanaan Sholat Idul Adha yang berlangsung dengan khidmat dan penuh kekhusyukan.

Berlangsung di halaman Markaz Al-Farauk yang rindang dan sejuk, para santri tampak aktif terlibat langsung dalam proses penyembelihan, pengulitan, dan pemotongan daging hewan qurban. Dengan bimbingan dari para asatidz dan guru, kegiatan ini menjadi sarana edukatif sekaligus spiritual yang sangat bermakna bagi para santri.

Salah satu momen penuh semangat terekam ketika sekelompok santri secara bersama-sama memegang dan mengolah bagian dari hewan qurban yang telah disembelih. Keceriaan dan kekompakan tampak dari wajah mereka, menandakan bahwa kebersamaan dan nilai gotong royong benar-benar tertanam dalam kegiatan tersebut.

Melalui kegiatan ini, pihak pengelola berharap dapat menanamkan nilai-nilai ketakwaan, pengorbanan, dan solidaritas sosial kepada para santri sejak dini. Tidak hanya menjadi ajang berbagi daging, tetapi juga menjadi wadah untuk membentuk karakter muslim yang berakhlak dan peduli terhadap sesama.(Humas Alfarauk)

Belajar Bersama Abi KH. Salam Russyad, Lc.: Belajar Serius Tapi Santai di Bawah Rindangnya Pepohonan

 

Setiap hari Jumat menjadi momen yang paling dinanti oleh para santri di pesantren ini. Bukan karena hari libur, melainkan karena mereka akan belajar langsung bersama sosok yang sangat mereka hormati dan cintai: Abi KH. Salam Russyad, Lc. Kegiatan belajar ini bukan sembarang belajar. Tidak melulu berada di dalam kelas, tapi justru dilaksanakan di luar ruangan, di bawah rindangnya pepohonan, dengan suasana yang sejuk dan terbuka.

Suasana seperti ini membawa nuansa yang berbeda. Belajar terasa lebih hidup, interaktif, dan penuh semangat. Para santri duduk berkelompok di bangku-bangku kayu, sebagian lagi duduk santai di kursi panjang, membuka kitab-kitab sambil sesekali bertanya dan berdiskusi dengan penuh antusias. Abi KH. Salam Russyad, dengan keteduhan dan kewibawaannya, membimbing para santri dengan pendekatan yang ramah, menyampaikan pelajaran dengan gaya yang mudah dipahami namun tetap sarat makna.

Yang menarik, pembelajaran ini tidak hanya bersifat serius, tapi juga diselingi dengan candaan ringan dan permainan kecil yang membuat para santri merasa nyaman. Mereka tidak hanya menyerap ilmu, tetapi juga belajar berinteraksi, menghargai kebersamaan, dan menikmati proses menuntut ilmu itu sendiri.

Model belajar seperti ini membuktikan bahwa pendidikan tidak harus kaku. Lingkungan yang terbuka, pendekatan yang bersahabat, serta keterlibatan emosional antara guru dan murid ternyata mampu menciptakan suasana belajar yang produktif dan menyenangkan. (Humas Alfarauk)

Belajar dari Kehidupan: Santri Markaz Tahfizh Al-Farauk dan Pelajaran dari Kipas Angin Rusak

 


Setelah menyelesaikan program intensif menambah hafalan Al-Qur’an, suasana di Markaz Tahfizh Al-Farauk tampak lebih santai. Santri-santri yang biasanya tenggelam dalam mushaf, kini tampak beristirahat dan menikmati waktu senggang mereka. Namun, suasana itu berubah menjadi sesi pembelajaran yang tak terduga ketika mereka melihat Ustadz Bagas tengah membongkar sebuah kipas angin yang rusak.


Kipas angin itu sebelumnya memang telah menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Salah satu santri sempat berinisiatif untuk membongkarnya dan mencoba memperbaikinya. Sayangnya, santri tersebut hanya mampu membongkar bagian-bagian kipas tanpa berhasil memperbaikinya kembali. Hasilnya, kipas malah tak bisa dipasang kembali secara utuh.


Melihat hal itu, Ustadz Bagas turun tangan. Dengan keterampilannya, ia mulai membongkar ulang dan memeriksa satu per satu komponen kipas. Proses ini menarik perhatian beberapa santri yang merasa penasaran. Mereka lalu mendekat, bukan hanya sekadar melihat, tapi juga ingin belajar langsung dari apa yang dilakukan sang ustadz.


Apa nya yang rusak, ustadz?” tanya salah satu santri. Ustadz Bagas dengan sabar menjelaskan bagian-bagian mesin, arus listrik, dan penyebab umum kerusakan kipas angin.


Momen ini menjadi pelajaran penting bagi para santri. Mereka belajar bahwa ilmu tidak hanya terbatas pada hafalan dan pemahaman Al-Qur’an, tapi juga pada keterampilan hidup yang bermanfaat. Semangat ingin tahu dan keinginan untuk belajar dari pengalaman nyata menjadi nilai tambah dari pembinaan karakter di Markaz Tahfizh.


Santri tidak cukup hanya pandai membaca Al-Qur’an. Tapi juga harus siap hidup mandiri, tahu cara memperbaiki hal-hal kecil, dan tidak cepat menyerah saat menghadapi masalah,” ujar Ustadz Bagas sambil tersenyum.


Dari sebuah kipas angin rusak, para santri mendapat pelajaran: belajar bisa datang dari mana saja, bahkan dari kejadian yang paling sederhana sekalipun. (Humas Alfarauk)


Santri Kelas 7 Tsanawiyah Markaz Al-Farauk: Perjalanan Pertama yang Penuh Makna ke Kota Bandung

Ahad, 4 Mei 2025 dengan penuh semangat dan keceriaan, para santri kelas 7 Tsanawiyah Markaz Al-Farauk mendapatkan kesempatan istimewa yang akan menjadi kenangan tak terlupakan dalam hidup mereka. Di bawah bimbingan dan pendampingan langsung dari Abi tercinta, KH. Salam Russyad, mereka diajak melakukan perjalanan ilmiah dan rekreatif ke Kota Bandung—salah satu kota besar di Indonesia yang kaya akan sejarah, budaya, dan ilmu pengetahuan.

Perjalanan ini bukan sekadar wisata biasa, melainkan dalam rangka mengikuti sebuah kajian bersama Abi. Dalam kajian tersebut, para santri mendapatkan pelajaran berharga, tidak hanya dari sisi keilmuan tetapi juga keteladanan langsung dari guru mereka. Kehadiran mereka di kajian ini merupakan bentuk nyata semangat menuntut ilmu yang dibalut dalam kebersamaan dan kekeluargaan.

Setelah sesi kajian selesai, para santri diajak berkeliling Kota Bandung. Mereka mengunjungi beberapa sudut ikonik kota tersebut—mulai dari kawasan KC Utama Bandung hingga Jalan Braga yang terkenal dengan nuansa klasik dan artistiknya. Dalam gambar pertama terlihat para santri berdiri di depan sebuah gedung tinggi dengan ekspresi bahagia dan penuh semangat. Sementara pada gambar kedua, tampak mereka menyusuri jalan Braga, dengan raut wajah ceria dan penuh kekaguman terhadap keindahan kota yang baru pertama kali mereka kunjungi.

Perjalanan ini menjadi momen pertama kalinya bagi sebagian besar dari mereka menginjakkan kaki di Kota Bandung. Tak heran, kebahagiaan begitu terpancar dari wajah-wajah muda yang penuh rasa ingin tahu itu. Mereka berjalan bersama, tertawa bersama, dan menyimpan kenangan bersama yang akan terus mereka kenang hingga dewasa kelak.
Perjalanan ini bukan hanya tentang rekreasi, tapi juga sarana pembentukan karakter dan pengalaman hidup. Melalui interaksi dengan lingkungan luar pondok, para santri belajar menghargai perbedaan, memperluas wawasan, serta menguatkan ukhuwah islamiyah.

Semoga kegiatan seperti ini terus dilestarikan dan menjadi bagian dari metode pendidikan di Markaz Tahfizh Al-Farauk. Karena sejatinya, pendidikan terbaik adalah yang mampu menggabungkan ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai kehidupan. (Humas Alfarauk)

Keseruan Santri Tsanawiyah Markaz Tahfizh Al-Farauk Saat Bermain "Ji Sam Su"

 

Kehidupan di pesantren tidak hanya diisi dengan kegiatan belajar dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga momen-momen menyenangkan yang mempererat ukhuwah antar santri. Salah satu kegiatan ringan namun penuh keceriaan adalah saat para santri Tsanawiyah bermain permainan tradisional “Ji Sam Su”.

Dalam sebuah momen yang tertangkap kamera, tampak para santri dengan semangat dan keceriaan bermain di atas panggung aula. Suasana riuh rendah dipenuhi tawa dan sorak-sorai mereka saat satu per satu melompat maju sambil mengadu gerakan tangan khas ji sam su - batu, gunting, dan kertas.

Permainan sederhana ini bukan sekadar hiburan, namun juga sarana melatih ketangkasan, reaksi cepat, serta menjalin kebersamaan di antara mereka. Ji sam su menjadi alternatif pelepas penat setelah kegiatan hafalan yang padat. Tidak ada yang kalah atau menang yang terlalu serius di sini, yang ada hanyalah canda, gelak tawa, dan semangat kekeluargaan yang begitu terasa.

Markaz Tahfizh Al-Farauk sendiri dikenal sebagai lembaga yang tidak hanya menekankan pada capaian hafalan, tapi juga pembinaan karakter dan kebersamaan. Dengan fasilitas yang memadai dan suasana yang mendukung, para santri tumbuh dalam lingkungan yang seimbang antara ilmu dan keceriaan.

Kebersamaan seperti ini menjadi kenangan indah yang akan mereka ingat hingga dewasa kelak—bahwa di balik perjuangan menghafal kalamullah, ada tawa dan keceriaan yang menemani langkah mereka setiap hari. (Humas Alfarauk)

Kajian Ibu-Ibu Setiap Hari Senin dan Kamis Sore di Markaz Tahfizh Al-Farauk

 


Di tengah hiruk-pikuk aktivitas harian, sekelompok ibu-ibu tetap istiqamah menghadiri kajian rutin yang diselenggarakan setiap hari Senin dan Kamis sore di Aula Kisai, Markaz Tahfizh Al-Farauk. Kajian ini menjadi salah satu kegiatan unggulan yang memperkuat nilai-nilai keislaman, membahas tafsir Al-Qur’an dan hadits dari kitab Bulughul Maram, yang diasuh langsung oleh KH. Salam Russyad, Lc., pengasuh sekaligus Mudir Aam Markaz Tahfizh Al-Farauk.

Dalam suasana yang tenang dan bersahaja, para ibu-ibu tampak duduk melingkar dengan penuh semangat dan antusias. Mushaf Al-Qur’an dan buku catatan menjadi teman setia mereka selama kajian berlangsung. Kegiatan ini bukan hanya sebatas mendengarkan, namun juga mengkaji dan mendalami makna ayat dan hadits, serta bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

KH. Salam Russyad, dengan pendekatan yang hangat dan metode penyampaian yang jelas, mampu menjadikan kajian ini mudah dipahami oleh berbagai kalangan. Tidak hanya menyampaikan ilmu, beliau juga memberikan motivasi keagamaan yang membangun spiritualitas dan semangat para jamaah untuk terus memperbaiki diri.

Gambar yang diambil saat kajian berlangsung memperlihatkan kekhusyukan dan kedekatan antara murid dan guru. Banner “30 Juz” yang terpampang di aula mencerminkan visi besar Markaz Tahfizh Al-Farauk dalam mencetak generasi penghafal Al-Qur’an yang juga memahami isi dan maknanya secara mendalam.

Kajian rutin ini menjadi momen berharga bagi para ibu-ibu untuk mengisi waktu dengan ilmu yang bermanfaat, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta membentuk keluarga dan lingkungan yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Markaz Tahfizh Al-Farauk terus berkomitmen menjadi pusat pembelajaran yang membawa keberkahan bagi masyarakat. (humas Alfarauk)

Kebersamaan dalam Iman: Santri Markaz Tahfizh Al-Farauk Murojaah Bersama untuk Memperkuat Hafalan Al-Qur'an

 



Di tengah riuhnya dunia modern yang penuh distraksi, suasana damai dan khidmat terpancar dari Markaz Tahfizh Al-Farauk. Setiap usai melaksanakan shalat Dhuhur, Ashar dan Magrib, para santri dengan penuh semangat berkumpul untuk satu tujuan mulia: murojaah bersama, memperkuat hafalan Al-Qur'an yang telah mereka tanamkan dalam hati.

Dalam barisan rapi membentuk lingkaran, para santri duduk bersila, masing-masing membawa mushaf di tangan. Dengan mengenakan pakaian seragam bernuansa biru gelap dan kopiah hitam, kesungguhan mereka begitu terasa. Mereka melafazkan ayat-ayat suci dengan suara lirih namun jelas, saling mengoreksi dan menguatkan satu sama lain. Setiap bacaan tidak hanya menjadi latihan hafalan, tetapi juga mempererat ukhuwah dan menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam menjaga Kalamullah.

Program murojaah ini tidak sekadar rutinitas, melainkan bagian dari metode pendidikan di Markaz Tahfizh Al-Farauk yang menekankan pentingnya istiqamah (konsistensi) dalam menjaga hafalan. Dengan membiasakan diri membaca bersama seusai shalat wajib, para santri melatih kedisiplinan, memperkuat daya ingat, dan menghidupkan sunnah dalam keseharian mereka.

Tak hanya soal hafalan, murojaah berjamaah ini juga menjadi momen berharga untuk membentuk karakter: mengajarkan nilai kebersamaan, menghargai pendapat teman, dan membiasakan diri untuk senantiasa rendah hati menerima koreksi. Bagi para santri, setiap ayat yang dilantunkan adalah bekal cahaya yang akan menerangi perjalanan hidup mereka kelak.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya." (HR. Bukhari)

Di Markaz Tahfizh Al-Farauk, cita-cita mulia itu sedang diwujudkan hari demi hari, di sela waktu-waktu terbaik, dalam semangat kebersamaan yang penuh berkah. Murojaah bukan sekadar mengulang hafalan, melainkan juga sebuah perjalanan mendekatkan diri kepada Allah, bersama sahabat-sahabat seperjuangan.

Karena sejatinya, menghafal Al-Qur'an bukanlah akhir, tetapi awal dari kehidupan yang selalu terpaut dengan kalam Ilahi. (Humas Alfarauk)

Soft Launching SMPIT Persatuan Islam Brebes, Jawa Tengah.

Pada hari Kamis, 24 April 2025, telah dilaksanakan acara Soft Launching Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Persatuan Islam Al-Farauk yang berlokasi di Komplek Islamic Center, Kelurahan Pasarbatang, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Acara ini berlangsung dari pukul 12.30 hingga 13.30 WIB dan dihadiri oleh para tamu undangan, guru TK Persis, guru SDIT Persis, Asatidz/ah Markaz Tahfiz Al-Farauk, tokoh masyarakat, serta pengurus yayasan.

Acara dimulai dengan silaturahmi yang penuh kehangatan antara para tamu dan pengelola sekolah. Suasana kekeluargaan sangat terasa, mencerminkan semangat kolaborasi dalam mewujudkan pendidikan Islam yang unggul dan berakhlak mulia.

Kemudian, acara dilanjutkan dengan Soft Launching SMPIT Persatuan Islam Al-Farauk Brebes Jawa Tengah. Dalam momen ini, pihak yayasan menyampaikan visi dan misi sekolah, serta komitmennya dalam membina generasi Qurani yang cerdas, disiplin, dan berkarakter. SMPIT ini mengusung program pembiasaan harian berbasis Tahfidz Al-Qur'an, Bahasa Arab, dan Bahasa Inggris, sehingga mampu mencetak siswa yang unggul secara spiritual maupun intelektual.

Setelah itu, acara ditutup dengan makan siang bersama dalam suasana kekeluargaan dan penuh rasa syukur.

Alhamdulillah, acara berlangsung dengan lancar dan penuh keberkahan. Diharapkan, SMPIT Persatuan Islam Al-Farauk dapat menjadi lembaga pendidikan Islam unggulan di Kabupaten Brebes dan sekitarnya. (Humas Alfarauk) 

-----

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2025/2026 Telah Dibuka!

SMPIT Persatuan Islam Al-Farauk juga membuka pendaftaran peserta didik baru tahun ajaran 2025/2026. Berikut adalah informasi selengkapnya:



Program Unggulan:

Tahfidz Al-Qur’an

Bahasa Arab

Bahasa Inggris


Gratis Biaya Pendaftaran dan Uang Gedung!

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:

0896 6655 8393 (Ust. Abdurahman)

0817 301 065 (Tarsono, M.Pd)

0857 8631 0102 (Asti Dwi R., S.Pd)

0852 2569 8338 (Elin S.Pd)


Mari bergabung bersama kami, membentuk generasi Islam yang berakhlak mulia dan siap menghadapi masa depan!

Inilah Ceritaku dalam Liburan Ramadhan dan Syawal 1446 H


Suasana malam di Aula Syatibi terasa hangat dan penuh tawa. Pada hari Selasa, 22 April 2025 pukul 20.00-21.00 WIB Santri-santri berkumpul, duduk melingkar menyimak kisah-kisah menarik dari teman-teman mereka tentang liburan Ramadhan dan Syawal 1446H. Acara ini bertajuk “Inilah Ceritaku Dalam Liburan”, sebuah momen spesial untuk berbagi cerita seru, lucu, dan inspiratif yang dialami para santri saat liburan.

Delapan santri terpilih — Maxim, Hasbi, Farel, Bahiz, Faqih, Rizky, Zodam, dan Rasya — maju satu per satu ke depan, membawa cerita masing-masing yang mengundang gelak tawa seluruh ruangan.

Acara ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga wadah mempererat ukhuwah di antara para santri. Lewat cerita-cerita sederhana yang dibumbui tawa, mereka saling mengenal lebih dekat dan saling menginspirasi. (Humas Alfarauk) 

Kajian Selasa Pagi di Aula Kisai: Ruang Ilmu dan Ukhuwah bagi Purnawirawan dan Masyarakat

Setiap Selasa pagi, suasana di Aula Kisai, Markaz Tahfizh Al-Farauk, terasa berbeda. Pukul 08.30 WIB, para peserta kajian—yang terdiri dari para pensiunan TNI, Polri, dan warga sipil—telah bersiap dengan mushaf di tangan, duduk bersila, meja kecil biru yang tersusun rapi didepan perserta, membentuk lingkaran ukhuwah yang erat dan penuh semangat.

Kajian ini dipandu langsung oleh Mudir 'Aam Markaz Tahfizh Al-Farauk, KH. Salam Russyad, Lc., seorang ulama yang dihormati dan dikenal dengan pemahaman keilmuan yang mendalam serta penyampaian yang penuh keteduhan. Dengan gaya penyampaian yang lugas namun penuh kelembutan, beliau memandu para jamaah menyelami makna ayat-ayat Al-Qur’an, memperkuat iman, serta menambah wawasan keislaman yang aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini berlangsung hingga pukul 10.30 WIB, namun suasana yang tercipta tidak hanya sarat ilmu, melainkan juga kehangatan kebersamaan. Di sela-sela kajian, disediakan cemilan sederhana dan segelas teh hangat yang disiapkan penuh ketulusan oleh Pak Supri—sosok ramah yang setia melayani kebutuhan para peserta. Teh yang ia racik dari termos hijau legendaris itu seolah menjadi penyempurna suasana, menambah kesan bahwa kajian ini bukan sekadar tempat menimba ilmu, tapi juga rumah bagi hati-hati yang rindu kebersamaan dalam kebaikan.

Markaz Tahfizh Al-Farauk melalui program kajian ini menunjukkan bahwa semangat belajar tak pernah mengenal usia. Dengan wadah yang santai namun bermakna, Aula Kisai menjadi ruang di mana para purnawirawan dan masyarakat sipil dapat terus memperdalam agama, mempererat silaturahmi, dan memperkaya hidup dengan nilai-nilai Islam.

Bagi siapa pun yang ingin turut merasakan nikmatnya ilmu dan hangatnya suasana Selasa pagi di Aula Kisai, pintu selalu terbuka.

Santri Markaz Tahfizh Al-Farauk gelar kegiatan futsal di lapangan Muria

Senin, 21 April 2025 – Brebes, Jawa Tengah

Para santri Markaz Tahfizh Al-Farauk menunjukkan semangat kebersamaan dan sportivitas melalui kegiatan futsal yang digelar di Lapangan Muria, Brebes Jawa Tengah, pada Senin, 21 April 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin yang bertujuan untuk menjaga kebugaran jasmani serta mempererat ukhuwah antar santri.


Dengan mengenakan seragam olahraga khas pondok, para santri tampak antusias mengikuti pertandingan persahabatan yang berlangsung dengan penuh semangat. Kegiatan ini dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dan berlangsung selama kurang lebih dua jam, diselingi dengan istirahat ringan dan Sarapan pagi.

Ustadz Bagas Al-Jawi, salah satu Asatidz di Markaz Tahfizh Al-Farauk, menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini penting untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas akademik dan fisik para santri. "Kami ingin para santri tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga sehat jasmaninya. Futsal menjadi sarana yang efektif untuk itu," ujarnya.

Para santri sendiri menyambut kegiatan ini dengan sangat positif. Mereka mengaku senang bisa berolahraga bersama teman-teman setelah menjalani rutinitas menghafal dan belajar. "Seru banget, apalagi mainnya di luar pondok. Rasanya jadi lebih fresh," kata salah satu santri, firza maulana.

Kegiatan futsal ini diharapkan bisa menjadi agenda rutin yang mempererat kebersamaan dan meningkatkan semangat juang para santri dalam menjalani kehidupan pondok yang penuh kedisiplinan. (Humas Alfarauk)

Kebersamaan Santri Markaz Tahfizh Al-Farauk: Saling Tukar Menukar Hadiah Penuh Kesan

Senin malam, 21 April 2025 menjadi momen yang penuh kehangatan dan kebersamaan bagi para santri Markaz Tahfizh Al-Farauk. Pada pukul 20.00 WIB hingga selesai, kegiatan tukar menukar hadiah berlangsung meriah di lingkungan pesantren.

Acara ini diadakan sebagai bentuk mempererat ukhuwah islamiyah di antara para santri setelah melewati rutinitas belajar yang padat. Dengan konsep sederhana namun sarat makna, setiap santri membawa hadiah untuk ditukar secara acak dengan teman-temannya. Tawa riang dan ekspresi penuh penasaran menghiasi malam itu, ketika masing-masing membuka hadiah yang mereka terima.

 

Selain menjadi ajang hiburan, kegiatan ini juga mendidik para santri untuk berbagi, menghargai pemberian orang lain, dan menumbuhkan rasa syukur dalam kebersamaan. Tak sedikit yang merasa terharu dengan perhatian dan pesan-pesan kecil yang diselipkan dalam hadiah.

Pembina Markaz Tahfizh Al-Farauk menyampaikan bahwa kegiatan ini akan menjadi agenda rutin tiap tahun karena dinilai efektif dalam membangun kedekatan emosional antar santri serta menyegarkan suasana di tengah padatnya kegiatan menghafal Al-Qur’an. (Humas Alfarauk)

Kursi Terbatas

Hanya untuk 30 orang